Renaisans
(kelahiran kembali) merupakan gerakan yang memengaruhi kehidupan intelektual
Eropa di awal abad 14-15. Dimulai di Italia dan kemudian menyebar ke seluruh
Eropa pada abad ke-16, pengaruhnya dapat dilihat dalam seni, arsitektur,
filsafat, sastra, musik, sains & teknologi, politik, agama, dan aspek
intelektual lainnya. tokoh-tokoh Renaisans mencari realisme dan emosi manusia
dalam seni menggunakan metode humanisme (dan umumnya sekuler) dalam studinya.
Pada masa
Renaisans, Italia diperintah oleh sejumlah negara kota dengan perekonomian yang
cukup berpengaruh di Eropa. Negara kota merupakan wilayah yang berdiri secara
mandiri, dimana kota tersebut umumnya memiki kedaulatan sendiri dalam
menentukan sistem politiknya. Kebanyakan orang yang tinggal di negara kota saat
itu adalah pengrajin dan pedagang sebagai kelas masyarakat yang berkembang
selama Renaissance. beberapa diantara yang berpengaruh dalam perkembangan
Renaissans antara lain Florence, Milan, Venesia, dan Roma, tetapi beberapa
lainnya di Italia juga memiliki peran yang cukup signifikan. Sebagai suatu entitas
perekonomian yang cukup besar, negara-negara kota ini memainkan peran penting dalam
perkembangan Renaisans. Kekayaan negara tersebut memungkinkan keluarga
terkemuka untuk mendukung seniman, ilmuwan, dan filsuf dalam memacu ide-ide
baru.
Florence
Florence
berkembang di bagian utara semenanjung Italia, dikelilingi perbukitan dengan Sungai
Arno di tengahnya. Dengan demikian, wilayah Florence berkembang di lembah
perbukitan dan di sekitar sungai.
Secara
ekonomi, Industri terbesar dan terkuat di kota itu adalah perbankan. Dimana
tokoh-tokoh dari kota tersebut merupakan bankir terkenal dengan cabang-cabang
perbankan Florentine yang tersebar di kota-kota besar Eropa. Kota ini juga
menciptakan Florin, mata uang utama yang ada pada saat itu. Florence juga
didukung oleh industri wol. Mereka memiliki hubungan komersial dengan Inggris
dan mendapatkan wol utuh dari sana. Mereka menenun dan mewarnai wolnya sehingga
produk tersebut menjadi jauh lebih berharga untuk diekspor.
Secara
politis, wilayah Florence merupakan wilayah republik yang pada praktiknya
menjadi persaingan beberapa keluarga saudagar-saudagar yang memegang kuat
perekonomian, semisal Strozzi, Albizzi, Medici, dan lain-lain. Diantara
keluarga-keluarga tersebut Medici menjadi salah satu yang paling berpengaruh
dalam perkembangan Renaisans. Melalui Medici Bank, yang pertama kali dibuat pada
1397 dan berkembang menjadi yang terbesar di Eropa selama Renaisans, memungkinkan
mereka untuk memegang kendali politik dan ekonomi di Eropa. keluarga Medici
memperoleh kendali politik atas Florence pada tahun 1430-an, yang pada akhirnya
mengarah pada berakhirnya Republik Florence dan memimpin pemerintahan mereka
sebagai raja atas negara kota tersebut.
Cosimo
de Medici (27 September 1389 - 1 Agustus 1464) merupakan anggota keluarga
Medici pertama yang mengendalikan Florence. Meskipun Florence masih dianggap
sebagai sebuah republik pada awal pemerintahan Medici, kekayaan dan kekuasaan
dari Medici memungkinkan Cosimo de Medici dapat secara efektif menguasai wilayah
tersebut. Hal ini membuat Cosimo de Medici mampu mendukung seni dan humanisme
Renaisans awal di Florence yang membantu membuat negara kota itu sebagai pusat
Renaisans Eropa. Misalnya, dia membangun banyak bangunan cikal bakal Renaisans
seperti perpustakaan, gereja, dan akademi, salah satu pencapaian arsitektur
awal Renaisans adalah kubah besar di Katedral Florence. Selain itu, dia menengahi
negosiasi Perjanjian Lodi 1454. Perjanjian ini mengakhiri perang antara Florence
dan negara kota lain seperti Venesia, Milan, Roma, dan Napoli. Cosimo juga mengoleksi
buku yang menjadi Perpustakaan Medici (disebut juga Perpustakaan Laurentian)
yang kemudian dikembangkan oleh Lorenzo.
Cosimo de Medici
digantikan oleh putranya Piero di Cosimo de Medici (1416 - 2 Desember 1469) dan
kemudian cucunya Lorenzo de Medici (1 Januari 1449 – 8 April 1492). Lorenzo de
Medici melanjutkan kekuasaan kakeknya dan mensponsori beberapa seniman dan
pematung Renaisans terkenal, kekuasan Lorenzo mencakup seniman seperti Piero
dan Antonio del Pollaiuolo, Andrea del Verrocchio, Leonardo da Vinci, Sandro
Botticelli, Domenico Ghirlandaio dan Michelangelo Buonarroti, yang berperan
penting dalam pencapaian Renaisans abad ke-15. Meskipun Lorenzo tidak membuat
banyak karya sendiri, dia membantu para seniman ini untuk mendapatkan komisi
dari pelanggan lain.
Setelah kematian
Lorenzo pada tahun 1492, putranya Piero mewarisi kekuasaan di Florence, namun
kemudian diasingkan pasca invasi Charles VIII dari Perancis, dan kekuasan
Medici atas Florence berakhir dengan dipulihkannya Republik. Meski begitu,
pengaruh Medici masih cukup kuat di Florence, hal ini dapat dilihat melalui
buku “Il Principe” (Sang Pangeran/the Prince) karya tokoh politik
Renaisans dari Florence pada saat itu, Niccolo Machiavelli yang dalam bukunya
masih memiliki kaitan dengan keluarga Medici.
Milan
Milan
berkembang di bagian utara semenanjung Italia, dekat Pegunungan Alpen. Di
Milan, ketika keluarga Sforza memegang kekuasaan, Mereka membawa kedamaian ke
wilayah tersebut pasca perang Lombard (sejalan dengan perjanjian Lodi), dan
dengan kedamaian muncul ide dan seni baru dari Renaisans.
kekuasaan
Sforza atas Milan terjadi antara 1450 hingga 1519 dan merupakan puncak negara
tersebut selama Renaisans. Pada masa ini, kota ini makmur secara ekonomi memanfaatkan
letak geografisnya di Italia utara, Milan mampu mengendalikan sebagian besar
perdagangan darat yang terjadi di wilayah sekitarnya melalui lokasinya di
sepanjang jalan sutra, dan posisi dekat wilayah tersebut dengan Mediterania.
Dari Jalur Sutra tersebut, Milan mengimpor rempah-rempah, sutra, dan pewarna,
komoditas tersebut kemudian mendongkrak status ekonomi Milan. Milan juga
mengekspor barang mewah saat itu, semacam tekstil, topi, dan produk sutra
lainnya.
Pertumbuhan
ekonomi ini memungkinkan keluarga Sforza untuk mendukung pertumbuhan Milan
melalui artistik juga. Diantaranya, keluarga Sforza mendukung pembangunan Castello
Sforzesco (Kastil Sforza) dan Santa Maria delle Grazie (Gereja 'Holy Mary of Grace') pada abad ke-15. Santa
Maria delle Grazie adalah pusat pembelajaran di Milan, mereka mengajarkan
trivium dan quadrivium. Trivium adalah seni liberal tingkat bawah, yang
diterima sebagian besar atau semua orang seperti tata bahasa, logika, dan
retorika. Quadrivium diajarkan kepada kebanyakan orang, tetapi tidak semua. Termasuk
aritmatika, geometri, musik, dan astronomi. Quadrivium adalah topik persiapan
untuk studi filsafat dan teologi.
Keluarga
Sforza terkait erat dengan keluarga Medici di Florence dan hubungan ini memberi
kesempatan Sforza menugaskan seniman Renaisans terkenal Leonardo da Vinci.
Misalnya, da Vinci menawarkan jasanya kepada Sforza sebagai penemu untuk
membantu mereka merancang dan menggunakan berbagai jenis penemuan untuk perang.
Walau begitu, hubungannya dengan Milan paling baik dicontohkan dalam lukisan,
yaitu ‘perjamuan terakhir’.
‘perjamuan
terakhir’ adalah salah satu lukisan paling terkenal sepanjang periode waktu
Renaisans. Dilukis oleh da Vinci pada 1490-an dan saat ini disimpan di Santa
Maria delle Grazie di Milan. Lukisan itu dipesan oleh Ludovico Sforza yang
merupakan Adipati Milan pada saat itu. Keluarga Sforza menyewa da Vinci untuk
menyelesaikan pekerjaan berdasarkan rekomendasi dari Medici di Florence. Pada
saat Sforza mendirikan Santa Maria delle Grazie sebagai mausoleum keluarga
mereka (makam keluarga), mereka ingin ‘perjamuan terakhir’ menjadi pusat
mausoleum. Hari ini, itu tetap menjadi bagian utama dalam sejarah seni
Renaisans Milan.
Venesia
Venesia
berkembang di sepanjang pantai bagian timur laut semenanjung Italia di Laut
Adriatik. Venesia menjadi negara kota yang kuat melalui perdagangan dengan
Timur Jauh melalui dominasi maritim di sekitar Adriatik dengan mengimpor produk
seperti rempah-rempah dan sutra.
Kekayaan
dan kekuasaan yang diperoleh Venesia selama Abad Pertengahan dan Renaisans,
membantu menumbuhkan kelas saudagar yang kuat yang memperoleh keuntungan besar
dari perdagangan. Para saudagar ini menggunakan kekayaan mereka untuk membuat
karya seni dan mendukung seniman, yang menjadi dampak utama Renaisans di
Italia.
Aspek
penting lainnya dari kehidupan Venesia adalah Scuole Grandi, yang diterjemahkan
menjadi 'Sekolah Besar'. Scuole Grandi dikenal sebagai organisasi amal dan
religius yang beroperasi sebagai bagian penting dari struktur sosial Venesia. Misalnya,
Scuole Grandi mengizinkan anggota dari semua kelas di masyarakat Venesia.
Karena Dewan Agung yang hanya terdiri dari keluarga-keluarga kaya aristokrat
Venesia, kebanyakan memandang Scuole Grandi lebih representatif karena
memungkinkan orang-orang dari kelas bawah untuk mempengaruhi negara tersebut.
Sebagai bagian dari fungsinya, Scuole Grandi dikenal melakukan beberapa
kegiatan berbeda, termasuk mensponsori perayaan di Venesia, membagikan makanan
dan pakaian kepada anggota yang lebih miskin, melakukan penguburan orang
miskin, dan administrasi rumah sakit di negara itu.
Banyak orang
penting muncul dari Venesia antara masa Pertengahan dan Renaisans. Salah satu tokoh
penting tersebut adalah penjelajah terkenal Marco Polo (1254 - 8–9 Januari 1324),
ia terkenal karena perjalanannya ke Tiongkok dan tulisan tentang
petualangannya. Dalam tulisannya, dia berbicara tentang kehidupan di Asia
termasuk Jalur Sutra.
Genoa
Genoa berkembang
di sepanjang pantai bagian barat laut semenanjung Italia di sebelah Laut Liguria.
Kota Genoa terletak di sepanjang pantai di antara Laut Mediterania dan
Pegunungan Apennine, berhadapan langsung dengan pulau Corsica, yang juga selama
beberapa waktu menjadi wilayah Genoa.
Kekuatan
Genoa sebagai negara kota Renaisans naik pada abad ke-15, melalui munculnya
bank-bank di Genoa, seperti Bank of Saint
George (dikenal sebagai Banco San
Giorgio dalam bahasa Italia). Didirikan pada 1407, Bank of Saint George
awalnya didanai dan didirikan oleh beberapa keluarga terkaya dan terkuat di
Genoa.
Tokoh
paling berpengaruh di Genoa adalah Andrea Doria. Doria merupakan seorang
Laksamana yang memimpin Genoa dibawah pengaruh Spanyol sekaligus Kaisar Romawi
Suci Charles V pada tahun 1528. Bank besar Genoa memainkan peran penting dalam
sejarah Spanyol, Misalnya, mereka mendanai Charles V dan upayanya menuju ‘Dunia
Baru’, dengan kata lain memiliki pengaruh pada ekspedisi penjelajah selama
Zaman Eksplorasi.
Banyak orang
penting muncul dari Genoa pada Abad Pertengahan hingga Renaisans. Salah satu tokoh
penting tersebut adalah Christopher Columbus. Ia lahir pada tahun 1451 di
Genoa, meskipun ia tidak tinggal lama di negara itu dan menjadi terkenal di
tempat lain. Ia terkenal karena perjalanannya pada tahun 1492 yang memulai
migrasi besar-besaran orang Eropa ke Amerika selama Zaman Eksplorasi.
Kemunculan Columbus dari Genoa begitu penting karena menunjukkan berpengaruhnya
pelayaran negara kota pada saat itu.
Roma
Roma
berkembang di wilayah tengah semenanjung Italia, terletak di dekat Sungai
Tiber. Sebagai negara teokrasi, Paus memerintah baik Gereja Katolik maupun
negara kota Roma (Papal States). Roma
menjadi pendukung seni dan Renaisans melalui dukungan kepada seniman seperti
Raphael dan Michelangelo. Michelangelo bekerja sebagai arsitek di Basilika
Santo Petrus dan melukis langit-langit Kapel Sistina.
Renaisans
di Roma berkembang melalui kepemimpinan beberapa Paus sepanjang abad ke-15 dan
ke-16. Seperti pada masa Martin V misalnya, Donatello pergi ke Roma untuk
mempelajari seni klasik dan menggali reruntuhan Romawi kuno, membantu Donatello mengembangkan pemahaman
tentang patung klasik yang akan membantu membentuk dan memengaruhi seninya
sendiri, dia tetap di Roma sampai 1433. Selain itu, seniman Renaisans terkenal
Masaccio melakukan perjalanan ke Roma pada tahun 1423, bersama dengan mentornya
Masolino.
Paus
Martin V setelah kematiannya pada tahun 1431 digantikan oleh Paus Eugenius IV. Meski
kepausannya merupakan masa yang cukup sulit bagi Roma, tetapi masih memiliki
beberapa kontribusi besar pada Renaisans. Misalnya, dia menugaskan pematung
Florentine Antonio Averulino untuk membuat dua pintu perunggu Basilika Santo
Petrus, yang dia selesaikan pada tahun 1445. Paus Eugenius IV meninggal pada
tahun 1447 dan digantikan oleh Paus Nicholas V Hingga 1455. Nicholas V paling
dikenang dari karyanya dengan Leon Battista Alberti, yang merupakan seorang
arsitek, penulis, sarjana humanis, dan penyair Italia. Karena banyak bakatnya,
sejarawan menganggapnya sebagai contoh konsep Manusia Renaisans. Bersama-sama,
Nicholas V dan Alberti membuat rencana untuk membangun beberapa proyek besar di
Roma termasuk banyak gereja.
Paus
berikutnya yang terkait dengan perkembangan Renaisans di Roma adalah Paus
Sixtus IV, anggota keluarga Della Rovere yang mengabdi dari tahun 1471 hingga
1484. Beberapa seniman Renaisans terkemuka dipekerjakan untuk menyelesaikan
lukisan dinding di bagian dalam kapel sistina, seperti Sandro Botticelli, Pietro
Perugino, Pinturicchio, Domenico Ghirlandaio dan Cosimo Rosselli. Pada 1508
hingga 1512, Michelangelo dipekerjakan untuk mengecat langit-langit Kapel
Sistina. Langit-langit Kapel Sistina telah menjadi salah satu pencapaian
artistik yang paling dikenal. Ia juga mendirikan koleksi seni publik tertua di
dunia yang sekarang menjadi bagian utama museum Capitoline, dan ia juga secara
signifikan meningkatkan perpustakaan Vatikan hingga menjadikannya area publik.
Paus lain yang
penting bagi Renaisans di Roma adalah Leo X. Ia adalah Paus dari Maret 1513
hingga kematiannya pada 1521. Paus Leo X lahir sebagai Giovanni di Lorenzo de
Medici dan merupakan putra dari Lorenzo de Medici, dari keluarga Medici
Florence yang telah disebutkan sebelumnya. Dia adalah pendukung seni selama
Renaisans dan terkait erat dengan seniman Renaissance terkenal Raphael.
Napoli
Napoli
berkembang di bagian barat daya semenanjung Italia, kota Napoli terletak di
pantai semenanjung di samping Teluk Napoli, yang merupakan bagian dari Laut
Tyrrhenian. Negara kota Napoli (Naples) menguasai sebagian besar Italia selatan
pada masa Renaisans. Pada 1443 setelah Alfonso I menaklukkan wilayah tersebut,
Dia mendukung seniman, penulis, dan filsuf Renaissance.
Alfonso I (1396
- 27 Juni 1458) adalah Raja Aragon (dikenal sebagai Alfonso V dari Aragon) di
Semenanjung Iberia (sekarang Spanyol) dan dianggap sebagai tokoh signifikan
dalam transformasi Napoli menjadi pusat Renaisans Italia. Dia menyukai sastra
klasik dan sering mengundang para sarjana ke istananya untuk berpartisipasi
dalam debat terbuka. Selain itu, dia mempromosikan dan memesan lukisan minyak,
yang menjadikan negara kota itu sebagai pusat seni Renaisans. Misalnya seniman
seperti Laurana, da Messina, Sannazzaro dan Poliziana. Ia terkenal membantu
mendirikan Akademi Napoli, dia juga membantu mendirikan museum dan perpustakaan
di seluruh kota yang sejalan dengan upaya renaisans saat itu. Pada puncak
kekuasaannya, Alfonso menguasai sebagian besar wilayah di Eropa, termasuk
seluruh Italia selatan, sehingga membantu memperluas pengaruh Napoli di wilayah
lain.
Urbino
Urbino
adalah Kota perbukitan kecil yang menjadi asal kepemimpinan adipati Federico da
Montefeltro (7 Juni 1422 - 10 September 1482), ahli strategi militer handal di
zaman Renaisans. Sebagai Condottieri
(atau pada umumnya, tentara bayaran), ia memanfaatkan pengaruh dan pendapatan
yang diperoleh dari konflik bersenjata untuk membangun kotanya menjadi pusat
pembelajaran dan budaya humanis. Bangunan dan ruang publik yang dia hasilkan
kepada Urbino menggambarkan arsitektur kuno yang diciptakan kembali oleh Renaisans.
Perpustakaan
yang dibangun Federico adalah salah satu yang paling mengesankan di seluruh
Italia abad ke-15. Stafnya diantaranya empat guru tata bahasa, logika, dan
filsafat dan empat sebagai transkrip naskah yang bekerja di perpustakaan
istana. Dibangun pula dua area (studioli) di mana dia dapat menikmati kegiatan
humanisnya, salah satu di istana Urbino, yang lainnya di kota terdekat Gubbio, studiolo
ini berisi manuskrip dan buku yang suka dibaca Federico da Montefeltro. Sehingga,
bukannya digambarkan di monumen berkuda seperti condottieri pada umumnya, Federico justru lebih digambarkan sebagai
seorang sastrawan.
Referensi
1.
“Renaissance: Italian City-States”. ducksters.com.
diakses pada 17 September 2020. <https://www.ducksters.com/history/renaissance/italian_city-states.php>
2.
CrashCourse. “Florence and the Renaissance:
Crash Course European History #2” youtube.com. 19 April 2019. diakses pada 18
September 2020. <https://www.youtube.com/watch?v=tecocKSclwc&t=638s&ab_channel=CrashCourse>
3.
CrashCourse. “The Renaissance: Was it a Thing? -
Crash Course World History #22”. youtube.com. 21 Juni 2012. diakses pada 18
September 2020. <https://www.youtube.com/watch?v=Vufba_ZcoR0&t=77s&ab_channel=CrashCourse>
4.
Josh. “The Most Influential City-State of the
Renaissance”. prezi.com. 10 November 2015. diakses pada 21 September 2020. <https://prezi.com/ghxbdxka28tc/the-most-influential-city-state-of-the-renaissance/>
5.
Extra Credits. "Urbino - The Light of
Italy: Federico da Montefeltro - Extra History". youtube.com. 16 Juli
2016. diakses pada 21 September 2020. <https://www.youtube.com/watch?v=kAfNQ_XiPjQ&t=347s&ab_channel=ExtraCredits>
6.
Huynh, Brandon. "Italian City-States".
prezi.com. 10 Desember 2014. diakses pada 21 September 2020.
<https://prezi.com/ye4crltxr4rn/italian-city-states/>
7.
Hahn, Hunter. "Renaissance". prezi.com.
20 Oktober 2016. diakses pada 21 September 2020. <https://prezi.com/zkhjbxlebfyp/renaissance/>
8.
The School of Life. "HISTORY OF IDEAS - The
Renaissance". youtube.com. 6 November 2015. diakses pada 22 September
2020.
<https://www.youtube.com/watch?v=fI1OeMmwYjU&t=710s&ab_channel=TheSchoolofLife>
9.
"Milan in the Renaissance".
historycrunch.com. 18 Agustus 2018. diakses pada 22 September 2020.
<https://www.historycrunch.com/milan-in-the-renaissance.html#/>
10. "Genoa
in the Renaissance". historycrunch.com. 18 Agustus 2018. diakses pada 22
September 2020. <https://www.historycrunch.com/genoa-in-the-renaissance.html#/>
11. "Venice
in the Renaissance". historycrunch.com. 18 Agustus 2018. diakses pada 22
September 2020. <https://www.historycrunch.com/venice-in-the-renaissance.html#/>
12. "Rome
in the Renaissance". historycrunch.com. 18 Agustus 2018. diakses pada 22
September 2020. <https://www.historycrunch.com/rome-in-the-renaissance.html#/>
13. "Naples
in the Renaissance". historycrunch.com. 18 Agustus 2018. diakses pada 22
September 2020. <https://www.historycrunch.com/naples-in-the-renaissance.html#/>
14. “The
Renaissance Period”. aboutroma.com. diakses pada 22 September 2020. <http://www.aboutroma.com/history-of-rome/renaissance.html>
15. "Florence
in the Renaissance". historycrunch.com. 18 Agustus 2018. diakses pada 22
September 2020. <https://www.historycrunch.com/florence-in-the-renaissance>
16. "Milan
during the Renaissance". prezi.com. 4 November 2015. diakses pada 23
September 2020. <https://prezi.com/mzxx1u5ynewy/milan-during-the-renaissance/>
17. “Urbino”.
italianrenaissanceresources.com. diakses pada 23 September 2020. http://www.italianrenaissanceresources.com/units/unit-8/essays/urbino/
(diakses pada 23 September 2020)
18. Lindsey-Gonzales,
Dominique. “Rome & Renaissance 1300's - 1500's”. 14 Juli 2015. diakses pada
23 September 2020 <https://prezi.com/8f4dte8egjz_/rome-renaissance-1300s-1500s/>
19. “The library of duke Federico da Montefeltro at Urbino”. Diakses pada 23 September 2020. <https://staikoslibraries.gr/en/renaixement/the-library-of-duke-federico-da-montefeltro-at- urbino.html>
p.s: iseng kuapload, ini sebenarnya cuma salah satu tugas kuliah dari almarhum dosen favoritku
0 comments:
Posting Komentar